INSPIRATIONAL TALK SHOW: MENELADANI INTELEKTUALISME KHR. AS’AD SYAMSUL ARIFIN
LIBRAHIMY NEWS "Perpustakaan Ibrahimy, Selasa (19/05). Suasana malam di Perpustakaan Ibrahimy terasa hangat dan penuh antusiasme ketika Inspirational Talk Show bertema "Keteladanan Intelektual KHR. As'ad Syamsul Arifin: Refleksi Literasi Sejarah Perjuangan" resmi dimulai pukul 21.00 WIB. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-29 Perpustakaan Ibrahimy tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang tampak antusias mengikuti setiap sesi acara.
Sebelum memasuki materi utama, peserta terlebih dahulu mengikuti rangkaian pembukaan yang dipandu oleh Duta Baca Perpustakaan Ibrahimy, Muhammad Khaerul Anam. Selanjutnya, Muhammad Ibri Taftazany selaku moderator memperkenalkan narasumber, Afif Sabil, M.Pd., yang kemudian mengawali pemaparannya mengenai sosok KHR. As'ad Syamsul Arifin dari sudut pandang intelektual dan literasi. Dalam sesi materi, Afif Sabil menjelaskan bahwa selama ini KHR. As'ad Syamsul Arifin lebih banyak dikenal sebagai ulama besar yang memiliki kedalaman spiritual dan peran penting dalam perjuangan pesantren. Namun, menurutnya, terdapat sisi lain yang juga patut mendapat perhatian, yakni keteladanan intelektual beliau yang sangat luar biasa. Beliau mengungkapkan bahwa Kiai As'ad merupakan sosok ulama produktif yang melahirkan banyak karya dan gagasan penting. Sayangnya, sebagian karya tersebut belum banyak dikenal masyarakat luas karena ditulis menggunakan Arab Pegon sehingga belum banyak dikaji oleh generasi saat ini.
Padahal, berbagai tulisan tersebut menyimpan khazanah pemikiran yang bernilai dan relevan untuk terus dipelajari. Lebih lanjut, narasumber menuturkan bahwa semangat belajar Kiai As'ad menjadi salah satu teladan utama yang perlu diwarisi generasi muda. Beliau berguru kepada banyak ulama dengan latar belakang keilmuan dan karakter perjuangan yang beragam. Dari para guru itulah Kiai As'ad menyerap nilai-nilai keilmuan, kedisiplinan, keteladanan, serta semangat perjuangan yang kemudian tercermin dalam kehidupan dan pengabdiannya. Menurut Afif Sabil, salah satu keistimewaan Kiai As'ad terletak pada kemampuannya memadukan kedalaman spiritual dengan kekuatan intelektual. âKiai As'ad tidak hanya alim, tetapi juga cerdas, tekun belajar, dan istiqamah dalam mengamalkan ilmu. Beliau menunjukkan bahwa menyibukkan diri dengan ilmu merupakan bagian penting dari ibadah, ungkapnya. Ia juga mengajak para peserta untuk terus menghidupkan budaya literasi di lingkungan pesantren. Menurutnya, tradisi membaca, menulis, dan berpikir kritis merupakan warisan intelektual yang harus dijaga dan dikembangkan oleh generasi penerus agar pesantren tetap menjadi pusat lahirnya pemikiran dan peradaban.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta. Salah satu peserta menanyakan pandangan yang pernah berkembang bahwa mencari ilmu lebih baik dilakukan di luar Sukorejo, sedangkan mencari barakah dilakukan di Sukorejo. Menanggapi hal tersebut, Afif Sabil menjelaskan bahwa pandangan tersebut tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, Pesantren Sukorejo telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga mampu menjadi pusat pengembangan ilmu sekaligus tempat tumbuhnya nilai-nilai keberkahan pesantren. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai penanda berakhirnya rangkaian kegiatan. Melalui kegiatan ini, semangat literasi, keteladanan intelektual, serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh KHR. As'ad Syamsul Arifin diharapkan dapat terus menginspirasi para santri untuk mencintai ilmu, mengembangkan tradisi literasi, dan melanjutkan perjuangan melalui karya serta pengabdian. (shl)