18 Juni 2026
Syamsuddin, S.Kom
LIBRAHIMY NEWS "Perpustakaan Ibrahimy, Sabtu malam (07/06). Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Perpustakaan Ibrahimy menyelenggarakan Kuliah Umum bertema "Kenapa Santri Harus Bicara Tentang Pancasila dan Persatuan Bangsa". Kegiatan yang dimulai pukul 21.30 WIB ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pustakawan, sebagian siswa Madrasah Ta'hiliyah Ibrahimy, serta peserta umum yang turut antusias mengikuti jalannya acara. Kuliah umum menghadirkan Ust. Khairuddin Habziz, M.Ag., Katib Ma'had Aly Sukorejo, sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Alifian, Ketua IKSASS Raas periode saat ini.
Acara dikemas dalam bentuk penyampaian materi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Dalam pemaparannya, Ust. Khairuddin menegaskan bahwa santri tidak hanya dituntut memahami ilmu keagamaan, tetapi juga perlu mengenal sejarah bangsa sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan. Beliau mengingatkan pentingnya memahami jasa para pendahulu, baik tokoh bangsa maupun para ulama, melalui ungkapan yang disampaikannya, Selain jas merah, juga jas hijau; jangan sekali-kali menghilangkan jasa para ulama. Beliau kemudian menjelaskan proses lahirnya Pancasila yang berawal dari pembentukan BPUPKI dan PPKI, hingga lahirnya Piagam Jakarta yang menjadi salah satu landasan penting dalam perumusan Pembukaan UUD 1945. Dari proses panjang tersebut, akhirnya disepakati lima sila yang dicetuskan oleh Bung Karno sebagai dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah lahirnya Pancasila menjadi penting agar generasi muda, khususnya santri, mampu menjaga persatuan bangsa dan memahami nilai-nilai yang menjadi fondasi kedaulatan Indonesia hingga hari ini.
Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta terkait hubungan antara nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan peran santri dalam menjaga persatuan di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ditutup dengan refleksi Bersama mengenai pentingnya merawat semangat kebangsaan tanpa meninggalkan identitas keislaman dan kepesantrenan. Melalui kuliah umum ini, peserta diharapkan semakin memahami sejarah lahirnya Pancasila, menghargai jasa para pendiri bangsa dan ulama, serta mampu menjadi generasi yang berkontribusi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (mh)